Monday, 4 December 2017

jurnal eksplorasi 2017

Jurnal 

Tanggal 29 Oktober
Malam ini, aku packing untuk EKSPLORASI besok.
Aku memilih baju yang gampang kering dan gampang di bawa ke Pulau. Aku juga mencatat barang barang yang aku harus bawa. 

Tanggal 30 Oktober
Aku bangun jam 04:00 lalu aku siap-siap. Aku pergi ke Stasiun naik Gojek. Sampai di Stasiun, aku bertemu dengan Yla, Vyel, dan Kak Lini. Kereta pertama datang jam 05:00. Sambil menunggu kereta dan Ratri, kita ngobrol bersama dulu. Akhirnya Ratri sudah datang, kita langsung naik ke kereta. Saat kita sudah sampai di stasiun Kota, kita bertemu dengan teman-teman dan mentor-mentor lain. Lalu kita naik Mikrolet M15 untuk ke Sunda Kelapa. Sampai di Pelabuhan Sunda Kelapa, Aku bertemu dengan beberapa teman lagi, lalu kita naik ke kapal. Di kapal, kita diskusi untuk nanti di Pulau Harapan. Selesai diskusi, kita ngobrol bersama, mengerjakan logbook dan jurnal. Kita juga diberi tugas untuk wawancara penumpang di kapal. Selesai wawancara, kita menikmati dan memotret pemandangan yang indah. Sampai di Pulau Kelapa, kita langung jalan untuk ke Pulau Harapan. Sebelum sampai di Pulau Harapan, kita berhenti di Salah satu sekolah TK untuk minum jus dan makan makarna ringan. Lalu kita ke PTSN II untuk makan siang dan kordinasi. Lalu kita ke rumah keluarga inang, menyoba dodol, dan rumput laut buatan ibu Sulha, dan istirahat. Saat kita sudah selesai istirahat, kita mengerjakan output. Aku mewawancarai 1 ibu di dekat pantai, tapi saat aku wawancara ibu tersebut, tiba-tiba kamera Aku mati karena habis batrai, jadi aku, Anja, dan Katya kembali ke rumah keluarga dulu untuk mengambil batrai cadangan. Saat aku sudah membawa batrai cadangan, aku mewawancarai warga lain. lalu kita kembali ke rumah keluarga untuk makan malam dan ngobrol bersama. Jam 08:00 malam, kak Sari (mentor kita) datang dan kita diskusi tentang eksplorasi bersama kak Sari. Waktunya istirahat. Aku, Anja, dan Katya ngobrol dulu sebelum tidur. Kita tidur jam 10:00 malam.

Tanggal 31 Oktober 
Pagi ini, kita bangun jam 05:00, aku dan Katya di bangunkan oleh Anja. Kita langsung siap-siap ke Pulau Perak. Kita bertemu bersama teman yang lain lalu kita naik perahu. Di perahu, aku dan teman-teman yang lain ngobrol bersama, menikmati udara sejuk, dan menikmati pemandangan indah. Sebelum ke Pulau Perak, kita ke Pulau Kayu Angin Bira. Di Pulau Kayu Angin Bira, kita mengambil banyak sampah yang ada disini. Ternyata, walaupun di Pulau Kayu Angin Bira ini tidak ada penduduk, sampah disini juga banyak sekali. Lalu kita naik perahu lagi untuk snorkling. Di perahu udaranya sudah semakin panas, tetapi anginnya tetap sejuk. Saat kita sudah sampai di lokasi snorkling, ada beberapa teman langsung lompat dan ada beberapa yang tidak. Aku butuh waktu yang sedikit lama untuk masuk ke air, tapi akhirnya aku masuk juga. Pertama-tama aku sedikit takut saat masuk ke air, karena aku sudah lama tidak snorkling dan aka juga tidak terlalu suka ikan dan terumbu karang, tapi ternyata seru juga :). Selesai snorkling, kita naik perahu lagi untuk ke pulau Perak. Di pulau Perak, kita makan siang, dan bersenang-senang. Kita main pasir, ngobrol-ngobrol, dan kita juga buat permainan bersama. Disana kita menghabiskan waktu kira-kira 3 jam. Lalu kita pulang ke rumah keluarga nik perahu lagi. Di perahu, ada beberapa teman yang tidur karena lelah. Sampai di Pulau Harapan, kita foto bersama dulu baru kita ke rumah keluarga masing-masing. Sampai di rumah keluarga, kita istirahat lalu kita makan bersama.

Tanggal 1 Oktober
Pagi ini, kita bangun jam 05:00, Anja dan Katya dibangunkan dengan… Aku hehehe. Kita langsung mandi dan siap-siap menjalankan kegiatan. Kita Sarapan dulu, seperti biasa, sarapannya di masak oleh ibu Sulha. Selesai sarapan, kita langsung pergi keluar untuk mengerjakan output masing-masing. Hari ini kita seharian mengerjakan output. Kita mencari narasumber masing-masing untuk di wawancara. Aku mewawancarai kepala puskesmas di Pulau Harapan bernama Dr. Mirsal. Aku ke puskesmas bersama Anja. Di Puskesmas, kita harus menunggu sampai dokter, perawat, dan petugas selesai makan siang. Selesai makan siang, aku dan Anja diajak ke lantai atas untuk bertemu dengan Dr. Mirsal. Kita di Puskesmas sedikit lama karena, kita ngobrol bersama dulu dengan Dr. Mirsal. Selesai mengerjakan output, kita eksplorasi pulau. Kita ke Penangkaran Penyu,  dan bertemu dengan teman-teman yang lain. Saat sudah sore hari, tiba-tiba aku baru sadar kalau dompet aku hilang. Aku dibantu oleh teman-teman untuk mencari dompet aku yang hilang. Kita mencari ke taman beramain, gazebo, rumah keluarga, sampai ke Penangkaran penyu, tapi dompetnya masih tidak ketemu :( Selesai mencari dompet, kita bertemu dengan teman-teman yang lain, lalu kita ngobrol bersama. Ternyata, tugasku belum selesai, aku harus mewawancara 2 orang lain, tapi kali ini wawancaranya tertulis dan tidak di rekam dengan kamera. Jam 06:00 kita pulang ke rumah keluarga masing-masing. Di rumah keluarga, kita istirahat sebentar sambil menunggu makan malam. Saat makan malam sudah selesai dimasak, kita langsung makan bersama ibu Sulha dan ngobrol bersama, oh iya, kita juga pamitan dulu karena besok kita mau pulang. Selesai makan malam, kita naik ke kamar untuk packing barang-barang dan tidur. seperti biasa, kita tidak langsung tidur, kita ngobrol-ngobrol dan ketawa-ketawa dulu, baru kita tidur.

Tanggal 2 Oktober
Pagi ini aku dan Katya dibangunkan dengan Anja. Kita bangun jam 04:00an karena kita mau pastikan supaya tidak ada barang yang tertinggal. Lalu kita mandi dan siap-siap pulang. Aku, Anja, dan Katya diberi dodol, rumput laut, dan keripik ikan dengan ibu Sulha untuk oleh-oleh dari Pulau Harapan. Selesai pamitan, kita langsung ke kapal. Di kapal, kita istirahat, buat output, dan bersenang-senang. Beberapa menit kemudian, kapalnya pun berangkat. Dadaaa Pulau Harapan. Seperti biasa, di kapal kita foto-foto pemandangan dan main bersama. Aku dan teman-teman juga bermain kartu di kapal. Saat kita sudah sampai di Pelabuhan Sunda Kelapa, bebrapa teman naik bus untuk ke stasiun ada beberapa teman juga langsung di jemput orangtuanya di Pelabuhan. Aku dan Ratri naik kereta ke station Kranji. Saat sudah sampai di stasiun Kranji, kita disambut dengan orangtua kita masing-masing. Aku naik mobilnya Ratri untuk pulang kerumah. Kita cerita tentang perjalanan kita saat eksplorasi, dan Aku juga cerita tentang dompetku yang hilang :”) . 
THE END

Tuesday, 7 November 2017

keputusan output terbaru

OASE EKSPLORASI 2017 sudah selesaiiiiii!!! Dan hasil output aku sudah berbeda dengan yang aku rencanakan waktu itu. ternyata bahan bahan untuk outputnya tidak cukup untuk membuat yang seharusnya aku mau buat. jadi ini adalah output terbaruku...



Aku ingin membuat video outputku seperti berita yang biasanya aja di TV, aku menjadi pembaca beritanya. Di awal-awal video, Aku akan menjelaskan tentang perjalanan aku dan teman-teman ke P. Harapan, lalu aku akan menjelaskan tentang wawancara dan memperlihatkan video wawancara. Untuk wawancara yang tertulis dan tidak di rekam, aku akan membacakan wawancaranya di dalam video output ini.







Aku mewawancarai 5 orang di P. Harapan
1. Dr. Mirsal (Kepala puskesmas di P. Harapan) (wawancara di depan kamera)
2. Dian (warga) (wawancara di depan kamera)
3. Delisa (warga) (wawancara di depan kamera)
4. Wita (warga) (wawancara di tulis)
5. Asra (warga) (wawancara di tulis)

pertanyaan:
ibu Wita & Kak Asra (tertulis) #1
  1. Dari kapan tinggal di P. Harapan
  2. Biasanya kalau sakit berobatnya dimana saja?
  3. Sakit apa yang paling parah yang pernah di alami?
  4. Sakit apa yang paling sering di alami?
  5. Kalau sedang sakit masih melakukan kegiatan?


Kak Delisa & Ibu Dian (di rekam) #2
  1. Sudan berapa lama tinggal di P. Harapan?
  2. punya anak berapa? (Kalau punya)
  3. Dulu melahirkannya dimana?
  4. kalau ada orang yang sakit parah dibawanya kemana?
  5. Kale dibawa ke pulau lain dibawanya pakai apa?



Dokter Mirsal (di rekam) #3
1. Sudah berapa lama jadi dokter di P. Harapan?
2. Penyakit apa yang parah yang pernah ditangani di P. Harapan?
3. Kalau sakitnya terlalu parah dibawa kemana?
4. Kalau dibawa ke pulau lain biasanya di bawa pakai kendaraan apa?
5. Kenapa mau jadi dokter di P. Harapan?
6. Puskesmas ini dibangun dari tahun berapa?
7. Sebelum ada puskesmas di P. Harapan warga berobat dan melahirkannya dimana?
8. Biasanya sehari menerima berapa pasien?
9. Kalau ada pasien yang harus di operasi, operasinya di P. Harapan aja tau di Pulau lain?
10. Puskesmas ini buka dari jam berapa sampai jam berapa?






Wednesday, 18 October 2017

Dummy Output

Proyeksi liputan di pulau Harapan

Background Liputan
Pulau Harapan adalah pulau yg dekat dengan kota Jakarta dan menjadi wisata air yang menarik bagi pengunjung. selain banyak pengunjung pulau harapan juga di tempati oleh warga asli sana. pulau Harapan juga terkenal akan kebersihannya. atas dasar ini lah pulau Harapan menarik untuk di dokumentasikan

Stock shoot:
1. Kapal yang digunakan untuk menyeberang ke Pulau Harapan
2. Pelabuhan kapal di Jakarta
3. Pantai yang ada di Pulau Harapan
4. Hamparan Lautan
5. suasana pantai saat matahari terbenam
6. Warung yang ada di pantai
7. Tempat penginapan peserta OASE
8. Aktivitas peserta OASE yang lagi mengerjakan tugas
9. Aktivitas warga yang tinggal di pantai
10. Aktivitas snorkling (diambil menggunakan camera handphone)

Interview
warga (dewasa)(di pantai)
pertanyaan:
1. Apakah ada puskesmas di Pulau Harapan?
2. Bila ada ibu hamil periksanya kemana? di Bidan atau Dokter?
3. Kalau melahirkan dimana?
4. Setelah melahirkan apakah ada kebiasaan kebudayaan?
5. Kalau ada orang yang harms di opname, opnamenya dimana?
6. Kalau ada orang yang sakit parah harus dibawa keluar pulau, bawanya naik kapal khusus atau tidak?
7. Kalau ada orang yang meninggal dikubur dimana?

Tim Medis (di puskesmas)
pertanyaan:
1. Sudah berapa lama jadi dokter di Pulau Harapan?
2. Kira-kira sudah berapa banyak pasien yg dokter tolong?
3. Apa penyakit yang paling susah ditangani dokter?
4. Apa suka dan dukanya menjadi dokter?
5. Apakah anak-anak disini diimunisasi?

















Jadwal liputan
hari pertama:
shoot pelabuhan
shoot kapal
shoot hamparan lautan
shoot kegiatan OASE

Hari kedua:
shoot kegiatan OASE
wawancara warga dan tim medis
shoot tempat penginapan

shoot puskesmas
shoot Pantai

Hari ketiga:
menyesuaikan


Hari keempat:
shoot kegiatan OASE di pagi hari dan seterusnya
shoot kapal
shoot hamparan lautan
closing


Friday, 13 October 2017

Film dokumenter favoritku

HELEN KELLER Helen Adams Keller adalah seorang anak Yang BUTA, TULI, dan BISU yang bisa tumbuh menjadi Orang yang sukses. Helen sebenarnya terlahir sehat, tapi saat Helen berusia 19 bulan, Helen menderita penyakit yang oleh dokter dijelaskan sebagai “kemacetan akut perut dan otak”, atau mungkin demam jengkering atau meningitis. Orang tua Helen pun menemukan seorang guru bernama “Anne”. Anne pun mengajar Helen cara belajar membuat kata dengan gerakan jari. Anne tidak pernah menyerah dalam mengajar Helen, walaupun sudah dipukul dan dibuat susah. Saat Anne memompakan air dingin ke telapak tangan Helen, Anne mengeja kata w-a-t-e-r ke sebelah tangan Helen. Ketika Helen menyadari bahwa gerakan gurunya pada telapak tangannya itu melambangkan “air”, akhirnya Helen pun mengerti. Helen kemudian meminta Anne untuk diajari bagaimana mengeja benda-benda asing yang ada di dunianya. Aku suka sama film ini karena unik. Dulu aku kira orang yang punya kekurangan impossible menjadi sukses Dan ternyata orang yang punya kekurangan juga bisa jadi sukses

Tuesday, 10 October 2017

Paperclip challenge

Aku melakukan eksperimen ini di toko buah dekat rumah tanteku, aku memilih untuk tempat itu untuk paperclip challenge karena, penjualnya baik banget. Aku melakukan eksperimen ini sebelum aku pergi jalan-jalan bersama adik sepupu aku. Saat aku melakukan eksperimen ini, aku di temani oleh bundaku. Aku memilih penjual buah ini karena, orangnya baik, dan terlihat ramah. Sebelum aku melakukan eksperimen ini, aku mempernalkan diri dulu, dan cerita tentang homeschooling. penjualnya kaget melihat anak homeschooling yang ternyata punya tugas juga, dan penjualnya memberikan 1 jeruk. aku merasa lega saat sudah menukar paperclip dengan orang yang aku belum kenal, aku kira gak bakal ada orang yang mau menukar paperclip yang harganya mungkin hanya 1.000 dengan barang lain, dan ternyata ada juga.

Food Research

Halooo kawan-kawaaaann aku kemarin baru aja ke rumah tante aku, dan di rumah tante aku ada nenekku lagi liburan ke Jakarta. Nenek aku juga kalo masak enaaaak banget, psttt kadang-kadang ngelebihin restoran lho hihihi. Nenek aku kemarin masak gulai ayam. Pagi-pagi kita ke pasar dulu untuk membeli bahan-bahan yang perlu dibeli. Kita pergi ke pasar Harapan Indah. Ini adalah bahan-bahan yang nenek dan tanteku beli: . pedagang ayam: namanya Ibu Pamadia. Ibu Pamadia setiap hari berjualan dari jam 6 pagi. Ibu ini tinggal di Bekasi, dan memperbanyak stok ayam dari Pulo Gadung. . pedagang bumbu: namanya Bapak Dani. Bapak ini setiap hari berjualan dari jam 6 pagi. Bapak Dani tinggal di Babelan dan memperbanyak stok dari pasar Induk Cibitung. . pedagang buah: namanya Bapak Andre. Bapak Andre setiap hari berjualan dari jam 2 subuh. Bapak ini tinggal di Babelan, dan memperbanyak stok di pasar induk Cibitung juga.

Sunday, 1 October 2017

Diamond in a rough

Hey yoooo ini Anabel. Ini adalah tantangan eksplorasiku yang ke 3. Kali ini aku akan ngobrol ngobrol dengan penjual nasi kucing yang nasi kucingnya hampir persis dengan nasi kucing yang ada di Salatiga.
Nama: Mas Ali makanan favoritnya adalah nasi goreng. Dia pertama makan nasi goreng saat kelas 5 SD. Kamu tau? dia makan nasi goreng dalam 1 bulan sebanyak 20 kali! Dia suka makanan tersebut karena mas Ali memasaknya dengan menggunakan ciri khas dari daerahnya. Biasanya dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya, kalaupun dia mau makan di hari ulang tahunnya, dia merayakannya dengan makan bakso.